Minggu, 20 Juni 2010

Motif Asmat (Tengkorak, Orang)


M
otif asmat ini merupakan pendeskripsian dari hasil analisa kehidupan suku Dayak Toraja yang bikin gambar maupn patung orang mati bahkan nenek moyangnya. Dan bahkan ada sebagian orang menyebutnya Asmat (Tengkorak). Dari situlah perpaduan ide kami dengan Jaringan kami di Lombok, NTB. Karena motif tersebut sangat diminati oleh wisatawan asing.
Asmat Ndul Kecil (1,2x2,5m)
Asmat Merah Standar

Motif yang kami ciptakan sendiri itu merupakan tidak mirip motif yang dipatenkan. Karena tindakan yang menjiplak persis itu namanya orang yang malas dalam berkarya. Dan perbuatan itu termasuk Plagiarisme (Copy-Paste) karya orang. Oleh karena itu, kami buat sebeda mungkin sesuai kombinasi yang kami buat, baik dalam bentuk alat vitalnya maupun lekukan siku organ. Dan motif yang kami ciptakan terdiri dua jenis yaitu motif asmat laki-laki dan motif asmat perempuan.

Asmat Pria & Asmat Perempuan
Taplak Asmat Pr
Taplak Asmat Pr

Proses pembuatannya juga hampir sama dengan yang lain, tapi ini juga sama halnya pada motif Cicak yang tidak terlalu rumit pembuatannya. Dan harga kain motif ini juga standar dengan yang lainnya. Tapi ada juga yang mahal yang ikat pakannya pakai benang kapas besar diameter ukuran 0,5cm setebal jari kelingking bayi. Karena benang pakan tersebut langka dan sedikit peminatnya. Hanya orang-orang tertentu yang bisa menggunakan benang tersebut. Dan pada ukuran Motif asmat ini paling diminati yaitu ukuran selendhang dan taplak. Yang biasanya buat hiasan dinding maupun yang lainnya.
Taplak Asmat Pria
Selendhang Asmat Pria

Tidak ada komentar:

Posting Komentar