Kamis, 18 November 2010

Tiara Tenun Ikat Troso; Kedua Kalinya Membimbing Pelatihan di Sintang, KalBar

Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sintang melatih puluhan perajin tenun ikat di kabupaten itu menggunakan alat tenun bukan mesin.


(Antara News Service, JakartaPost 7 November) "Selain itu, para perajin juga dilatih teknik pencelupan pewarnaan alam dan diversifikasi produk tenun ikat," kata Ketua Panitia Pelatihan, Mahadum Marikan di Sintang, Minggu.

Kegiatan pelatihan itu dilaksanakan di Balai Ruai Pendopo Bupati Sintang melibatkan 30 orang penenun yang berasal dari enam 6 desa kelompok sentra tenun ikat Kabupaten Sintang.

Para peserta pelatihan akan dibimbing instruktur dari Balai Besar Diklat Yogyakarta, Balai Sentra Tenun ATBM Troso Jepara Dan Disperindag Provinsi Kalbar.

"Penenun ini akan mengikuti pelatihan hingga 15 November 2010," jelasnya.

Para penenun yang mengikuti kegiatan berasal dari Desa Umin Jaya Kecamatan Dedai, Desa Ensaid Panjang, Baning Panjang dan Gemba Raya Kecamatan Kelam Permai, Desa Kelansam Kecamatan Sintang dan Desa Wirayuda Kecamatan Ketungau Tengah.

"Para penenun yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan bantuan peralatan ATBM dan benang tenun sehingga perlu dilatih pengoperasian alat ini," imbuhnya.

Bantuan itu kata dia diperoleh dari dana tugas perbantuan Kementerian Perindustrian dan juga dukungan dari APBD Kabupaten Sintang tahun 2010.

Tenun ikat Sintang adalah salah satu tenun terbaik yang sudah dikenal hingga tingkat internasional dan selama ini pengerjaanya lebih banyak menggunakan peralatan sederhana.

"Untuk menenun dan mewarnai saat ini dilakukan dengan sangat sederhana sehingga butuh waktu lama menghasilkan satu helai kain. Diharapkan dengan ATBM bisa lebih cepat terutama ketika banyak permintaan," jelasnya.

Penggunaan ATBM menurutnya merupakan upaya untuk lebih meningkatkan produktivitas tenun ikat.

"Sejauh ini memang ketika ada pesanan dalan jumlah banyak, penenun kita agak kewalahan memenuhinya dalam waktu cepat dan mudah-mudahan terobosan ini bisa membantu meningkatkan produktivitas tanpa meninggalkan nilai luhur tradisional dalam kerajinan ini," ucapnya.

Bupati Sintang, Milton Crosby meminta kepada para peserta pelatihan bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya.

"Kita tetap mengapresiasi upaya melestarikan budaya lokal Sintang dan diharapkan tenun ikat ini bisa jadi salah satu ikon khas Sintang," ujarnya. U.pso-172 (U.pso-172/B/N005/N005) 07-11-2010
GetANT 1.20 -- NOV 7, 2010 18:47:14

 NB: *Yang dimaksud Pembimbing dari Balai Sentra Tenun ATBM Troso Jepara yaitu Bapak H. Hadi Suyanto, pemilik Tiara Tenun Ikat Troso (Kerjasama dengan Balai Batik Yogyakarta)

Minggu, 14 November 2010

Manfaatkan Mesin Bekas Dari Negara Lain





J
angkart merupakan aksesoris alat mesin tenun untuk menghasilkan beberapa macam anyaman Doby. Tetapi, kualitas mesin tersebut masih kalah dengan mesin Kamprah digunakan pada Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang hasilnya lebih bagus dan padat. Jangkart tersebut merupakan alat bekas dari negara Korea, merupakan sisa-sisa dari pabrik-pabrik Garment Korea yang sudah lama tidak digunakan setelah menemukan mesin yang lebih canggih seperti Komputer.

Mesin Jangkart
Hasil Tenun Jangkart

Mesin Jangkart tersebut adalah pemberian bantuan dari DISPERINDAG Provinsi Jawa Tengah, melalui perantara Koperasi Paguyuban Troso. DISPERINDAG tersebut, memberi bantuan Jangkart berjumlah 5 buah mesin. Dan salah satunya ditempatkan pada perusahaan Tiara Tenun Ikat Troso. Tetapi pemilik perusahaan Tiara Tenun Ikat Troso belum sempat menggunakan dan menjalankan mesin tersebut sampai sekarang. Karena hasil mesin Jangkart, kainnya kurang padat. Pemilik perusahaan tersebut, lebih memilih mesin Kamprah pada ATBM-nya, untuk membuat macam anyaman Doby. Karena hasil kainnya lebih padat dan kualitasnya lebih bagus.
Kamprah Tenun

Hasil Doby Kamprah