Rabu, 22 Desember 2010

Karya Tulis Proses Tenun Ikat

PROSES PRODUKSI TENUN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT TENUN BUKAN MESIN (ATBM)





Oleh:
H. Hadi Suyanto
Alamat: Jalan Masjid Wali Datuk Ampel Troso Selatan RT: 01 RW: 02, Desa: Troso, Kecamatan: Pecangaan, Kabupaten: Jepara, Jawa Tengah, Indonesia, Kode Pos: 59462. Call / SMS Order: +6287832488931 / +6287832607810
E-mail: tiaratenunikattroso@yahoo.com atau zaboleet@yahoo.com
Website: http://www.tiaratenunikattroso.blogspot.com, www.facebook.com/tiaratenunikattroso


UNIT PELATIHAN INDUSTRI KECIL MENENGAH
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
PROPINSI KALIMANTAN BARAT
TAHUN 2010



I.    PENDAHULUAN
Untuk rencana membuat tenun ikat, yang dipersiapkan dahulu adalah mesin ATBM, alat mengeteng benang dan lain-lain. Dalam membuat kain tenun ikat harus ada rencana (planning), bahan-bahan yang diperlukan dan rancangan. Misalnya benang apa yang digunakan, lebar/panjang berapa yang dibuat, nomer berapa sisir yang digunakan.
Membuat Tenun Ikat ada 2 macam :
1.    Tenun ikat lusi
2.    Tenun ikat pakan

II.    PEMBAHASAN
A.    PROSES MEMBUAT TENUN IKAT
1.    PROSES IKAT LUSI
 
Gb. Rak Benang

Gb. Sisir & Mata Gun

Gambar Alat Ketengan/Plangkan

Cara kerja:
·    Benang ditarik ke atas paralon yang ada pakunya.
·    Kemudian benang dimasukkan ke sisir/papan silangan. Setelah itu, masukkan ke mata gun (satu di luar dan satunya di mata gun).
·    Benang ditarik, baru diikatkan pada besi ketengan. Setelah itu, diinsur (diawil/disusun) atas bawah, ketengan dalam posisi terlentang horizontal/rata. Sekalian nomer putaran diatur ulang mulai nol, baru benang disusun/dirapikan treng-trengannya.


Gambar  Alat Keteng
Keterangan:
a.    Papan pengunci/ penahan benang
b.    Benang yang disimpul
c.    Tali raffia awilan setengah
d.    Tali penyusun/ ngingsur/ awilan
e.    Penahan benang
f.    Tali penyusun
g.    Benang yang digunting/diputuskan, ujungnya disimpul dulu baru dililitkan pada treng-trengan.
h.    Tali raffia awilan atas bawah



Gambar Plangkan dalam Posisi Terbalik

Setelah posisi nol, benang siap diputar sebanyak yang diinginkan. Sebelum benang digunting/diputus, jangan lupa awilan kedua. Setelah diawil, benang diputus dan ujung benang disimpulkan. Lalu dililitkan pada treng-trengan.
 
Gb. Motif      



Gb. Plangkan Yang Diikat


Setelah benang penuh/sesuai keinginan, Plangkan diturunkan. Barulah masuk pada pembuatan gambar dan motif. Benang yang sudah digambar, diikat sampai selesai. Baru benang dilepas dari Plangkan. Untuk melepaskan benang dari Plangkan, tali raffia diikatkan pada besi Plangkan. Baru dimasukkan pada benang awilan pertama. Lalu dilepas secara perlahan, setelah itu, masuk pada proses pencelupan/pewarnaan.

a)    Proses Pencelupan
Benang dicuci terlebih dahulu dengan deterjen maupun sabun dan air panas. Baru dipukul-pukul biar airnya menyerap sampai ke benang bagian dalam. Biar proses pencelupan berjalan dan hasilnya lebih bagus.
b)    Proses Ngerambang/Perpaduan Warna
Setelah proses pencelupan selesai, benang sudah kering lalu kita ngerambang benang. Maksudnya untuk memadukan warna.
Caranya adalah:
  • Benang yang sudah diwarna kita gantungkan pada bambu kemudian benang kita rapikan.
  • Tali raffia kita ikatkan pada bambu dengan kencang dan kuat untuk dimasukkan dalam benang.
  • Kita ikatkan lagi tali raffia, yaitu 2 utas tali raffia untuk awilan bagian atas.
  • Setelah itu, dua tali raffia berikutnya untuk awilan benang bagian bawah untuk bagian luarnya.
  • Benang yang sudah dirambang diberi nomer. Biar nanti kita tidak susah mencari letaknya.

Gambar Ngerambang
  • Setelah ngerambang selesai, barulah masuk proses pembongkaran.
  • Proses pembongkaran Ikat Lusi sama halnya dengan Ikat Pakan. Yaitu benang dimsukkan ke dalam alat bongkaran menurut nomer masing-masing kemudian dirapikan. Ujung benang diikatkan pada kayu bongkaran yang ada di tengah. Setelah benang rapi, treng-trengan dibuka pelan-pelan kemudian benang treng-trengan dinaikkan pada alat boom. Masukkan pada sisir sebelum diikatkan pada kayu penggulung, motif/gambar harus dirapikan biar bagus. Setelah diikatkan dan dirapikan dengan sisir, kemudian benang disangkutkan pada balok yang ada pakunya. Dan saatnya proses diboom.


Gambar Ngeboom

2.    PROSES IKAT PAKAN
Benang dipersiapkan pack-packan/kones dan disepul sebanyak 50 -60 Sepul.
Untuk menyepul kita gunakan alat seperti ini :



Gambar Alat Sepul

Selain alat ini, bisa juga menggunakan mesin dynamo bagi yang sudah mampu. Setelah sepulan sudah siap, rak sepulan benang dan alat ngeteng dipersiapkan.
Benang dimasukkan pada skesel (gantungan benang) sebanyak yang kita inginkan.
 
Setelah itu, benang ditarik kemudian masukkan pada sisir atau papan selangan (satu di atas dan satu di bawah). Lalu dimasukkan ke mata gun (satu di luar dan satu di dalam mata gun).
 
Kalau semua benang sudah masuk ke mata gun, benang ditarik kemudian disimpulkan pada besi Plangkan. Baru benang siap diketeng. Untuk mengeteng, Ikat Pakan tidak bisa dipakai alat hitung (conter). Kita harus memakai pikiran (insting) yang cermat dan cerdas.
Benang yang sudah dimasukkan di tempat sepul/ditarik ke silangan terus ke gun. Kemudian benang diikatkan pada besi Plangkan.
Benang diketeng antara 100 sampai 105 Treng sesuai yang diinginkan. Setiap treng juga menurut keinginan sendiri. (setiap treng antara 2 sampai 4 tumpuk).

Gambar Plangkan

Untuk gambar/motif juga bebas sesuai kreasi sendiri-sendiri. Setelah digambar kemudian diikat dan setelah sudah jadi benang dilepas dari Plangkan seperti gambar di atas.
Untuk melepas benang dari Plangkan, antara proses Ikat Lusi dengan Proses Ikat Pakan sangat berbeda. Untuk Ikat Lusi, yang dilepas/dibuka adalah besinya. Sedangkan Ikat Pakan itu bagian yang dibuka/dilepas adalah bagian samping atau kayunya. Lihat gambar sebagai berikut.

Gambar Plangkan

a.    Proses Pewarnaan
Benang yang sudah diikat tadi, direndam dan dibilasi dengan sabun ditambah air setengah panas. Kemudian dikopyok dan dipukul berkali-kali supaya benang yang di sela-sela ikatan bisa terserap air. Lalu diperas supaya kadar sabunnya hilang ±50% kemudian diulangi lagi dengan air yang banyak supaya air sabun betul-betul hilang lalu diperas (dihilangkan kadar airnya paling tidak kira-kira ±25%). Selanjutnya pewarnaan.
Untuk pewarnaan, kita bisa menggunakan warna alam ataupun obat lainnya. Misalnya Naptol, Indantren, Sliper (Sulfur), Direx, Base dan lain-lain.
Untuk pencelupan dapat juga dilakukan berkali-kali, mau 2-4 kali terserah keinginan kita.
Setelah pewarnaan selesai dilakukan, benang dijemur sampai kering, dan ikatan-ikatan pada motif bisa dilepas/dibuka dengan Solder biar benang tidak putus jika ikatan-ikatan raffia dilepas.
b.    Proses Pembongkaran Ikat Pakan
Sebelum masuk proses pembongkaran, terlebih dahulu benang dibentangkan dahulu. Setelah itu, diawil silang tiap treng-trengnya sebelum dibongkar. Kemudian masukkan dalam alat bongkaran.

Gambar Alat Bongkar Ikat pakan

Setelah benang selesai dibongkar menjadi heng-hengan, benang sudah siap untuk ditenun.
c.    Mempersiapkan Lusi Untuk Ditenun
Benang heng-hengan sebanyak kemampuan kita, entah 5 atau 10 kg. pembagian bebas, entah membagi 5-7 kemudian dicuci dengan air panas ditambah air sabun diputar (digiling) dengan tangan sampai basah dengan rata lalu dibilas sampai sabunnya hilang.
d.    Proses Pewarnaan Ikat Lusi
Proses pewarnaan Ikat Lusi sama seperti Proses Ikat Pakan. Ingin pakai warna Naptol, Indantren, Base ataupun Sliper. Selesai pewarnaan dibilas dengan air bersih untuk menghilangkan sisa-sisa zat warna kimia yang bisa merusak benang.
Supaya benang tetap keras (tidak lembab), benang yang sudah diwarna/motif dan dicuci, dimasukkan ke dalam larutan kanji (Tepung) yang dicampuri Sampoo, minyak kelapa, minyak tanah, Ramasit lalu diperas kira-kira kadar air tinggal 25%. Kemudian dijemur dikethek-kethek supaya benang tidak kusut, sehingga nyepul ataupun yang nenun tidak mengalami kesulitan.
e.    Proses Boom
Benang dimasukkan didalam Sekesel satu per satu. Benang ditarik ke silangan kita kumpulkan jadi satu ujungnya disimpulkan. Kemudian disangkutkan pada paku. Digulung menurut keinginan masing-masing. Misalnya 100 gulung atau 50-20 kali.
Sebelum mengeboom kita harus mempunyai rencana, mau pakai sisir berapa, ingin lebar berapa dan ingin panjang berapa, semua harus dihitung atau direncanakan dahulu. Proses mengeboom itu seperti proses mengeteng Ikat Lusi.
 

Sepul yang ada di Sekesel ada 200 Sepul. Sedangkan rencana mau buat kain 1 Meter, sisir yang digunakan adalah 70, jadi 70x20x2=2800 Helai benang ditambah 200 Helai untuk Persiapan. Seumpama Ikat Pakan lembab, berarti kita                menyiapkan benang 3000 Helai. Ketika kita menggulung, 1 kali menggulung hanya 200 Helai benang.
Berarti kita harus menggulung sebanyak 15 kali. Jadi 15x200=3000 Helai benang dipindah ke boom kecil yang ditempatkan ke ATBM. Mengeboom bisa juga dibilang menjejer benang, yang banyaknya menurut keinginan kita masing-masing.

Setelah boom kecil masuk ke ATBM, kita harus mengetahui berapa banyak gun yang dipakai. Seandainya di atas 2000 Helai benang, kita harus pakai gun baris 4 (pada gambar II), jikalau hanya di bawah 2000 Helai pakai gun baris 2 (pada gambar I). 
 
Gbr I. Gun baris 2

Gbr. II. Gun Baris 4

Untuk memasukkan benang (menyucuk benang) di ATBM. Gun yang sudah terpaku pada bingkai ditarik ke belakang dimasukkan benang satu persatu sampai selesai. Saat nyucukkan benang, posisi sisir harus dibalik diatas. Saat digerakkan/digoyang, posisi sisir di bawah.


B.    PROSES PEWARNAAN
1.    Proses Naptol
Siapkan 2 ember besar, satu untuk obat dan yang satunya garam. Kalau kita menggunakan Naptol, Obat+kustik (Caustic) dilarutkan dengan air yang mendidih. Setelah larut semua ditambahkan dengan air biasa dengan ukuran secukupnya sampai benang tenggelam. Setelah itu, diangkat dan diperas tuntas kira-kira kadar air 25%. Terus dimasukkan ke dalam ember ke-2 yang berisi garam/obat garam sampai proses dari obat-garam-obat-garam. Prosesnya sama.
  • UNTUK WARNA NAPTOL

Obat    :  AS    ASG    ASBO    ASBS    ASD     ASOL    ASLB    ASD      
Garam :  MB    MR    MGG        Biru B    Biru BB    M. GC    VIOLET   

Kalau Base prosesnya sama dengan Naptol, hanya harganya agak murah/lebih murah. Cuma campuran agak banyak. Ada Nitrit, air keras (Cuka). Setelah mengeluarkan warna yang ditentukan, kemudian dibilas dengan air supaya sisa warna betul-betul bersih.
2.    Proses Indantren
Indantren adalah gabungan antara warna dengan hidrus sulfit dan kustik (Caustis).
Caranya adalah : Persiapkan air mendidih 50%, air biasa 50%, dan dalam perbandingan [ Wenter(warna) 1 : Kustik 1 : Hidrus 2].
Dilarutkan dengan air mendidih 50% ditambah air biasa 50% diaduk rata. Untuk hidrus sebelum air mendidih, jangan dulu dibuka. Begitu juga ember harus kering. Karena 5 menit saja terbuka Hidrus tidak dapat bereaksi menghasilkan warna. Begitu juga kalau kita tumpahkan ke dalam ember yang basah tidak bisa menghasilkan warna.
Warna Indantren adalah :
Green B, Olip Green, Olip T, GCN, Pink, Blue RSN, Blue RS, Bron BR.
3.    Proses Sliper (Sulfur)
Proses pewarnaan sliper ada 2 cara, yaitu :
a.    Cara seperti Indantren.
b.    Cara direbus sampai mendidih. Artinya benang dimasukkan air dalam keadaan mendidih dan biasanya menghasilkan warna hitam. Setelah itu, baru dibilas dengan air cuka. Diulangi dengan air sabun, baru terakhir dibilas dengan air biasa, karena air cuka adalah air keras.
4.    Proses Direx (Prossion)
Untuk proses Direx (Prossion) ada beberapa cara :
a.    Warna Direx (Prossion) ditambah Soda AS dilarutkan dengan air panas. Kira-kira air panasnya 20-50% panasnya, ada juga yang 75% panasnya lalu dibilas dengan air Viksanol.
b.    Warna Direx + Soda Kue dilarutkan dengan air panas ditambah air biasa. Masukkan benang, diangkat, dijemur di rak, kemudian dicuci dengan air dingin yang sudah dicampur Viksanol untup menutup Warna biar tidak luntur.

III.    PENUTUP
Demikianlah penulisan Karya Tulis ini, penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam karya ini. Untuk itu kritik dan saran sangat diharapkan demi kesempurnaan karya tulis, dan semoga Karya Tulis ini bisa bermanfaat buat kita semua. Penulis mengucapkan terima kasih.

Kamis, 18 November 2010

Tiara Tenun Ikat Troso; Kedua Kalinya Membimbing Pelatihan di Sintang, KalBar

Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sintang melatih puluhan perajin tenun ikat di kabupaten itu menggunakan alat tenun bukan mesin.


(Antara News Service, JakartaPost 7 November) "Selain itu, para perajin juga dilatih teknik pencelupan pewarnaan alam dan diversifikasi produk tenun ikat," kata Ketua Panitia Pelatihan, Mahadum Marikan di Sintang, Minggu.

Kegiatan pelatihan itu dilaksanakan di Balai Ruai Pendopo Bupati Sintang melibatkan 30 orang penenun yang berasal dari enam 6 desa kelompok sentra tenun ikat Kabupaten Sintang.

Para peserta pelatihan akan dibimbing instruktur dari Balai Besar Diklat Yogyakarta, Balai Sentra Tenun ATBM Troso Jepara Dan Disperindag Provinsi Kalbar.

"Penenun ini akan mengikuti pelatihan hingga 15 November 2010," jelasnya.

Para penenun yang mengikuti kegiatan berasal dari Desa Umin Jaya Kecamatan Dedai, Desa Ensaid Panjang, Baning Panjang dan Gemba Raya Kecamatan Kelam Permai, Desa Kelansam Kecamatan Sintang dan Desa Wirayuda Kecamatan Ketungau Tengah.

"Para penenun yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan bantuan peralatan ATBM dan benang tenun sehingga perlu dilatih pengoperasian alat ini," imbuhnya.

Bantuan itu kata dia diperoleh dari dana tugas perbantuan Kementerian Perindustrian dan juga dukungan dari APBD Kabupaten Sintang tahun 2010.

Tenun ikat Sintang adalah salah satu tenun terbaik yang sudah dikenal hingga tingkat internasional dan selama ini pengerjaanya lebih banyak menggunakan peralatan sederhana.

"Untuk menenun dan mewarnai saat ini dilakukan dengan sangat sederhana sehingga butuh waktu lama menghasilkan satu helai kain. Diharapkan dengan ATBM bisa lebih cepat terutama ketika banyak permintaan," jelasnya.

Penggunaan ATBM menurutnya merupakan upaya untuk lebih meningkatkan produktivitas tenun ikat.

"Sejauh ini memang ketika ada pesanan dalan jumlah banyak, penenun kita agak kewalahan memenuhinya dalam waktu cepat dan mudah-mudahan terobosan ini bisa membantu meningkatkan produktivitas tanpa meninggalkan nilai luhur tradisional dalam kerajinan ini," ucapnya.

Bupati Sintang, Milton Crosby meminta kepada para peserta pelatihan bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya.

"Kita tetap mengapresiasi upaya melestarikan budaya lokal Sintang dan diharapkan tenun ikat ini bisa jadi salah satu ikon khas Sintang," ujarnya. U.pso-172 (U.pso-172/B/N005/N005) 07-11-2010
GetANT 1.20 -- NOV 7, 2010 18:47:14

 NB: *Yang dimaksud Pembimbing dari Balai Sentra Tenun ATBM Troso Jepara yaitu Bapak H. Hadi Suyanto, pemilik Tiara Tenun Ikat Troso (Kerjasama dengan Balai Batik Yogyakarta)

Minggu, 14 November 2010

Manfaatkan Mesin Bekas Dari Negara Lain





J
angkart merupakan aksesoris alat mesin tenun untuk menghasilkan beberapa macam anyaman Doby. Tetapi, kualitas mesin tersebut masih kalah dengan mesin Kamprah digunakan pada Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang hasilnya lebih bagus dan padat. Jangkart tersebut merupakan alat bekas dari negara Korea, merupakan sisa-sisa dari pabrik-pabrik Garment Korea yang sudah lama tidak digunakan setelah menemukan mesin yang lebih canggih seperti Komputer.

Mesin Jangkart
Hasil Tenun Jangkart

Mesin Jangkart tersebut adalah pemberian bantuan dari DISPERINDAG Provinsi Jawa Tengah, melalui perantara Koperasi Paguyuban Troso. DISPERINDAG tersebut, memberi bantuan Jangkart berjumlah 5 buah mesin. Dan salah satunya ditempatkan pada perusahaan Tiara Tenun Ikat Troso. Tetapi pemilik perusahaan Tiara Tenun Ikat Troso belum sempat menggunakan dan menjalankan mesin tersebut sampai sekarang. Karena hasil mesin Jangkart, kainnya kurang padat. Pemilik perusahaan tersebut, lebih memilih mesin Kamprah pada ATBM-nya, untuk membuat macam anyaman Doby. Karena hasil kainnya lebih padat dan kualitasnya lebih bagus.
Kamprah Tenun

Hasil Doby Kamprah

Minggu, 24 Oktober 2010

Kirim ATBM ke Sintang


T
umpukan barang tersebut merupakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang mau dikirim ke PemKab Sintang, Pontianak, Kalimantan Barat. Tiara tenun  berterima kasih banyak kepada Balai Besar Diklat (Balai Batik) kota Yogyakarta, Atas kepercayaannya yang diberikan kepada Hadi Suyanto, Tiara Tenun Ikat Troso.

ATBM Siap Dikirim
Dari kegiatan-kegiatan sebelumnya, seperti dari menerima kerjasama pelatihan kerja tentang ATBM. Di tahun 2007, UKM Tiara Tenun pernah membimbing pelatihan workshop ATBM di pemerintah Disperindag Saumlaki Ambon Maluku selama 3 bulan. Di Tahun 2008, Menerima Tamu UKM ATBM Lamongan, Tuban untuk Study banding selama sehari, dan kebanyakan peserta Pelajar SMK. Di Tahun 2009, Hadi Suyanto (Tiara) diundang Pemkab Pontianak untuk sebagai pembimbing kerajinan ATBM Jepara di Disperindag Pontianak, Kalimantan Barat selama 1,5 bulan. Dan di tahun 2010, tepatnya pada tanggal 4 November 2010, Hadi Suyanto (Tiara Tenun Ikat Troso) diajak Balai Besar Diklat (Balai Batik) Yogyakarta ke Pontianak lagi, tapi ini ke kabupaten Sintang-nya untuk mengisi acara dan membimbing tentang pelatihan ATBM selama 2 minggu. Dan di awal tahun 2010, Tiara tenun ikat sempat dapat tawaran undangan sebagai pembimbing untuk ke provinsi Aceh besar, tetapi Hadi Suyanto menolak karena alasan tertentu. Sebab Tiara Tenun tidak bisa menerima tawaran tersebut dikarenakan masih sibuknya dengan pesanan  ke luar kota, jadi tidak ada waktu untuk acara tersebut.
Persiapan Pengiriman ATBM

Minggu, 18 Juli 2010

Motif Salur


D
alam motif Salur ini banyak sekali kombinasi antara Motif Toraja, motif Flores, Motif Dayak, dan Motif Bunga juga motif Troso. Dalam motif ini banyak beraneka macam membuatnya untuk kombinasi. Dari berbagai penglaman orderan dari setiap kota wisata, di antaranya kota Bali, Lombok, NTB, NTT, Sumba, Flores, dan lainnya. Maka setelah kontrak orderan selesai, maka kami mencoba memadukan berbagai motif tersebut.
King Size Salur Coklat Tanah (3x2)
Selendhang Salur Merah Maron

Dalam setiap periode memproduksi kain tenun, kami berusaha untuk membuat selingan motif di antaranya Toraja, Flores sampai Troso. Dari tiap motif ke motif kami padukan dua motif menjadi satu kain. Jadi beraneka ragam kombinasi motif perkain. Kunci untuk menciptakan motif, terutama yaitu perlu imajinasi yang kuat dan tinggi, untuk membuat kreasi baru agar pembeli tidak merasa bosan memilih motif. Dari sikap tindakan tersebut, kami berusaha menciptakan keanekaragaman motif baru. Dan bersyukur, karena banyak minat pembeli untuk mengoleksi motif kami. Dan dari itu, kami selalu menjaga kualitas dan bahan agar tetap eksis.
Dan pada proses pembuatannya hampir sama dengan yang lain serta masuk dalam kategori motif dasar yang paling mudah menganyamnya. Dan harganya tentu sama dengan yang lainnya, paling selisih sedikit saja. Segi ukuran pun juga hampir sama, ada selendhang, syal, taplak bahkan ukuran king size (2x3m). bahkan dalam motif ini paling banyak diminati pesanan dalam ukuran king size, karena yang begitu sempurna bentuknya.

Motif ini merupakan motif dasar atau lokal dan bahkan kami sendiri tidak mau memproduksinya. Tapi berkat saran dan kritik pelanggan dan orderan dari pelanggan, maka kami begitu menikmati dalam memproduksinya.

Minggu, 20 Juni 2010

Motif Asmat (Tengkorak, Orang)


M
otif asmat ini merupakan pendeskripsian dari hasil analisa kehidupan suku Dayak Toraja yang bikin gambar maupn patung orang mati bahkan nenek moyangnya. Dan bahkan ada sebagian orang menyebutnya Asmat (Tengkorak). Dari situlah perpaduan ide kami dengan Jaringan kami di Lombok, NTB. Karena motif tersebut sangat diminati oleh wisatawan asing.
Asmat Ndul Kecil (1,2x2,5m)
Asmat Merah Standar

Motif yang kami ciptakan sendiri itu merupakan tidak mirip motif yang dipatenkan. Karena tindakan yang menjiplak persis itu namanya orang yang malas dalam berkarya. Dan perbuatan itu termasuk Plagiarisme (Copy-Paste) karya orang. Oleh karena itu, kami buat sebeda mungkin sesuai kombinasi yang kami buat, baik dalam bentuk alat vitalnya maupun lekukan siku organ. Dan motif yang kami ciptakan terdiri dua jenis yaitu motif asmat laki-laki dan motif asmat perempuan.

Asmat Pria & Asmat Perempuan
Taplak Asmat Pr
Taplak Asmat Pr

Proses pembuatannya juga hampir sama dengan yang lain, tapi ini juga sama halnya pada motif Cicak yang tidak terlalu rumit pembuatannya. Dan harga kain motif ini juga standar dengan yang lainnya. Tapi ada juga yang mahal yang ikat pakannya pakai benang kapas besar diameter ukuran 0,5cm setebal jari kelingking bayi. Karena benang pakan tersebut langka dan sedikit peminatnya. Hanya orang-orang tertentu yang bisa menggunakan benang tersebut. Dan pada ukuran Motif asmat ini paling diminati yaitu ukuran selendhang dan taplak. Yang biasanya buat hiasan dinding maupun yang lainnya.
Taplak Asmat Pria
Selendhang Asmat Pria

Rabu, 28 April 2010

Motif Cicak ( Buaya, Komodo)


I
stilah motif ini sebenarnya dinamakan “Geko” tapi terserah orang menyebutnya. Kadang orang menyebutnya Cicak, ada juga mengira gambar Buaya, dan ada juga yang menamakan dengan Komodo kalau pemasaran di Sumbawa. Awal mula Tiara tenun menciptakan motif ini di era tahun 1991-an, selisih 1 tahun dengan adanya motif Kalimantan (Serawak). Saat itu juga ramainya orderan di NTB dan Bali.
Selendhang Cicak Satu
King Size Geko Merah Maron

Taplak Cecak Satuan
Pada motif ini juga peminatnya mayoritas wisatawan mancanegara, karena gambarnya yang unik dan warnanya yang juga bikin khas produk kami yaitu warna klasik, kuning tanah, biru, sampai merah maron. Dari prosesnya cukup tidak sulit daripada proses pembuatan motif Kalimantan, karena motif cicak ini yang begitu sederhana dan motifnya begitu renggang tidak padat. Maka, pembuatannya cukup cepat tinimbang Kalimantannya.
Cecak Kecil (1,2x2,5m)
Taplak Geko Ganda

Untuk dari segi ukuran itu hampir sama dengan motif yang lainnya. Yaitu ada selendhang, taplak, bahkan sampai ukuran king size (2x3m). Pada Motif Cicak ini, harganya relatif lebih murah daripada Kalimantan. Karena motifnya begitu sederhana dan proses pembuatannya juga lebih cepat daripada motif Kalimantan.
Cicak 1,2m Coklat Tanah
 
 Taplak Orange
King Size Geko (3x2m)
Taplak Geko Satu Biru
Taplak

Jumat, 12 Februari 2010

Motif Serawak (Kalimantan)


K
alimantan, siapa sih yang tidak kenal dengan motif Kalimantan (serawak)? Semua wisatawan lokal maupun asing pasti sudah mengenal motif khas dari Kalimantan ini. Awal mula Tiara Tenun Ikat Troso memproduksi motif ini yaitu di era tahun 1990-an. Saat itu pula ramainya pesanan dari showroom di Lombok maupun Pelanggan di Pasar Cakranegara, NTB. Dan dahulu itu kualitas masih minim karena belum ketemu dari teori dan eksperimen yang kami uji. Dari tahap-tahap eksperimen yang kami uji, akhirnya membuahkan hasil maksimal dan sampai sekarang kualitas semakin terjaga. Karena faktor majunya IPTEK dan perkembangan zaman. Dan sekarang, Hadi Suyanto mempunyai teori yang bersifat rahasia untuk meningkatkan kualitas produk Tiara tersebut.
Syal Kalimantan (2x0,25m)
Taplak Kalimantan (1,1x0,5m)

Dari tahun ke tahun, pesanan Motif ini tak pernah macet untuk memproduksinya. Karena dari identik klasik coraknya, dan motif ini paling rumit proses pembuatannya dan prosesnya memakan waktu yang cukup lama daripada motif yang lainnya. Oleh karena itu, kain yang bermotif Kalimantan ini sangat jelas lebih mahal harganya dan paling mahal harganya di antara motif yang lain.
Selendhang Kalimantan (Samping Kanan)
Kalimantan kecil(1,2x2,5m)

Hadi Suyanto mengatakan “Harga kain ini tentu berbeda sedikit maupun beda jauh dengan pengrajin lain, meskipun motif hampir sama tapi bahan tentu bisa dibedakan. Karena terbukti untuk menjaga kualitas demi kenyamanan pelanggan kami. Oleh sebab itu, kami selalu menjaga nama produk dan kualitas kami, meskipun kami hanyalah pengrajin UKM bukan pengrajin besar yang ternama, yang penting kami selalu lancar dalam melayani pelanggan.
Kalimantan King Size (3x2m)

Selendhang Kalimantan (2x0,5)
Kalimantan Merah Maron
Tiara tenun ini memproduksi motif ini beraneka bentuk ukuran dan warna. Untuk warna paling umumnya warna merah maron, pink, merah cerah dan biru. Dan dilihat segi jenis ukurannya, ada yang syal, selendhang, taplak, kain kecil (1,2x2,5m) dan king size (2x3). Dan perlu diingat, ketersediaan kain belum tentu ada tiap waktu, sebab mengikuti alur omzet orderan dari Lombok, Bali dan Jakarta dan harga pun bisa menyesuaikan.
Kalimantan Orange