Jumat, 02 September 2011

Kabar Gembira Tentang Showroom Tiara Tenun Ikat Troso Di Thamrin City Jakarta Pusat


Tiara Tenun Ikat Troso sekarang mengikuti pameran produk Nusantara di Thamrin City, yang berlokasi di Thamrin City Lt.1 Blok A1 No.5 Jalan Kebon Kacang Raya, Jakarta Pusat. Yang buka Pukul 08:30-21:00 WIB dan menetap sementara sampai sekitar 3 Bulan. Awalnya,  bulan Desember 2010 Tiara masih ragu untuk mangambil keputusan tawaran dari PEMKAB JEPARA. Tapi akhirnya, berkat motivasi keluarga dan putra Tiara (M. Ya'kub). Perusahaan kami menerima tanggapan surat tersebut dari PEMKAB JEPARA untuk menyetujui bahwa iturut kut  memasarkan Produk Asli dari Kabupaten Jepara yang menunjukkan bahwa 100% karya asli dari Indonesia di Thamrin City, Jakarta Pusat. Dan meskipun banyak bersaing, tetapi Tiara selalu menjaga dan saling bekerja sama dengan pengusaha Troso lainnya yang berada di Jakarta. Dari Tiara sendiri akan selalu berusaha menjaga kualitasnya dan terjangkau untuk kalangan bawah sampai atas. sampai saat ini, Tiara tujuan utamanya untuk memasarkan produk asli Indonesia serta menjaga kelestariannya serta mengentaskan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran bagi rakyat Indonesia dalam karyawannya. sebab untuk menciptakan hasil kain tenun itu sendiri dibutuhkan puluhan karyawan.
Brosur Tenun Nusantara

Bagi yang berada di Jakarta dan sekitarnya serta bagi yang sedang berkunjung ke Jakarta, jangan lupa mampir ke Showroom kami yang berada di Thamrin City. Buruan sebelum terlambat...!!!! Stock barang terbatas... KAMI TUNNGU KUNJUNGAN ANDA...Terima Kasih...
Kios Tiara Blok H 17 No.3 Mall Thamrin City Jakarta Pusat
Setting Lapak Tiara
 

Minggu, 19 Juni 2011

Kain Tenun Tradisional Taplak Sajadah Motif Masjid


P
uji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berkat terbaginya waktu memproduksi kain tenun akhirnya Hadi Suyanto selaku pemilik Tiara Tenun Ikat Troso telah menciptakan motif baru yang ditunggu-tunggu pelanggannya baik Lokal maupun Interlokal, yaitu Taplak Sajadah Bermotif Masjid. Dari waktu ke waktu, hari ke hari, bulan ke bulan selanjutnya para pelanggan Tiara Tenun selalu menanyakan dan menunggu kapan sajadah masjid klasik dibuat. Dari kritik saran dari para pelanggan, akhirnya Hadi Suyanto membuat ide supaya tepat waktu menciptakannya. Apalagi targetnya sebelum bulan Ramadhan (Puasa) harus jadi. Dan akhirnya tak terduga, malah cepat selesai dan sudah memproduksinya.

Taplak sajadah motif masjid ini gunanya untuk meramaikan persiapan lebaran dan puasa Ramadhan. Dan dari itulah, tindak lanjutnya menciptakan Taplak Sajadah motif Masjid yang ukurannya 1,24 x 0,60 M dan harganya pun dibandrol sekitar 50 ribuan. Harga itu sangat terjangkau dari kaum bawah ke atas, karena merupakan sangat pantas dengan keunikannya. Betapa sangat terjangkau, sebab keuletan sangat rumit pembuatan motif dan proses pewarnaannya cukup lama dan kualitasnya juga. Kain ini tersedia dua warna, Hijau Tua dan Coklat Tua. Dan bahannnya 100% katun. Dan keunikannya diproduksi pakai tenun ikat tradisional dengan alat tenun bukan mesin khas Troso, Jepara.

Untuk area Jawa Tengah baik Kota Semarang, Jepara dan kota-kota Sekitarnya bisa menikmati Promo Diskon 20% dari Launching Penerbitan Taplak Sajadah Motif Masjid dari tanggal 19 Juni-10 Juli 2011, sebab produk terbatas. Dan Untuk Jakarta Pusat, bisa kunjungi Tiara Tenun Ikat Troso (Hj. Siti Umniyatun : 087831226401) di Mall Thamrin City Lt.1 Blok H 17 No.3 & 5 Jalan Kebon Kacang Raya - Tanah Abang.

Minggu, 15 Mei 2011

Kegiatan Singkat Tiara Tenun Ikat Troso Sampai Awal 2011


A
ktivitas Tiara tenun troso bukan hanya dalam kegiatan bisnis, jual beli saja, tetapi banyak kegiatan umum yang bermanfaat untuk berkembangnya kecerdasan anak bangsa. Misalkan adanya penelitian air limbah dari pencelupan warna kain, penelitian skripsi sampai 3 kali salah satunya mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) dari Kudus, study banding SMK Tuban Lamongan, wawancara majalah LPM Edukasi tentang penelusuran sejarah tenun Troso, Wisata kerajinan dari Klaten dan lain sebagainya. Aktivitas Hadi Suyanto (Tiara Tenun Troso) secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
Di tahun 2007, UKM Tiara Tenun pernah membimbing pelatihan workshop ATBM di pemerintah Disperindag Saumlaki Ambon Maluku selama 3 bulan.
Di Tahun 2008, Menerima Tamu UKM ATBM Lamongan, Tuban untuk Study banding selama sehari, dan kebanyakan peserta Pelajar SMK. Dan akhir 2008, ada wawancara dari mahasiswa UMK Kudus dalam pembuatan skripsi.
Di Tahun 2009, Hadi Suyanto (Tiara) diundang Pemkab Pontianak untuk sebagai pembimbing kerajinan ATBM Jepara di Disperindag Pontianak, Kalimantan Barat selama 1,5 bulan. Dan akhir 2009, ada wawancara dari mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonmi dalam pembuatan skripsi.
Dan di tahun 2010, Dan di awal tahun 2010, Tiara tenun ikat sempat dapat tawaran undangan sebagai pembimbing untuk ke provinsi Aceh besar, tetapi Hadi Suyanto menolak karena alasan tertentu. Sebab Tiara Tenun tidak bisa menerima tawaran tersebut dikarenakan masih sibuknya dengan pesanan  ke luar kota, jadi tidak ada waktu untuk acara tersebut.
Pada pertengahan tahun 2010 ada wawancara dari mahasiswa UMK Kudus lagi dalam pembuatan skripsi.
Di Akhir 2010, tepatnya pada tanggal 4 November 2010, Hadi Suyanto (Tiara Tenun Ikat Troso) diajak Balai Besar Diklat (Balai Batik) Yogyakarta ke Pontianak lagi, tapi ini ke kabupaten Sintang-nya untuk mengisi acara dan membimbing tentang pelatihan ATBM selama 2 minggu.
Di Awal 2011, Hadi Suyanto kerjasama dengan DISPERINDAG Jepara, Koordinator Tenun Nusantara, Thamrin City Jakarta Pusat. Untuk ikut meramaikan mall tersebut dengan pengrajin tenun Troso lainnya berjumlah 15 UKM dan pengrajin tenun lainnya misalnya Majalaya Bandung.
Di Awal 2011, Pemilik Tiara Tenun, hadi suyanto diajak balai Besar Diklat Yogyakarta, untuk membimbing pelatihan Proses “Mbungkar” Ikat pakan di Pedan, klaten selama sehari.
Pada bulan April 2011, menerima tawaran dari pasar mall Pondok Gede untuk diajak kerjasama meramaikan pusat shoping tersebut. Dan pada bulan tersebut juga, UKM Tiara Tenun Ikat Troso ikut berpartisipasi sebagai salah satu Donatur kegiatan Keluarga Mahasiswa Jepara Semarang (KMJS) Pusat dalam Acara untuk mewarnai Semarak HUT Jepara Ke 462 yang diselenggarakan di Pantai Kartini, pada tanggal 16-17 April 2011.

Jumat, 15 April 2011

Motif Baru Tahun 2011


Di awal tahun 2011, kami mencoba mencari ide baru untuk membuat motif. Namanya pengrajin, dalam manajemen harus mempunyai Imajanasi tinggi untuk menciptakan model-model baru. Dan membuat trend mode semakin ke depan. Mengikuti arus trend modern, untuk menarik pelanggan dan membuat pelanggan tidak bosan dengan motif yang lama.
Berpikir-pikir setelah 2 bulan yang lalu tepatnya bulan November, membimbing pelatihan Alat Tenun Mesin (ATBM) di kabupaten Sintang dengan kerjasama Balai Batik Jogja yang diwakili pak Kristanto.  Sebelumnya lagi di provinsinya yaitu di Pontianak.
Motif Sontang (Troso Sintang)

Setelah mengenang pembimbingan kami yang berlalu, kami mempunyai ide mengakulturasi antara Troso, jepara dengan Sintang. Dengan ide tersebut yaitu kami mengkombinasi antara motif Troso dengan motif Sintang. Jadi dari lahirnya motif itu, kami berusaha untuk membuatnya agar tidak sama persisi motif Sintang sebelumnya. Jadinya takut menklaim motif daerah.
Motif Diperbesar

Dari adanya kecerdikan maka kami gunakan kombinasi, jadi kedua pihak dari kami dengan Sintang tidak ada yang dirugikan. Maka dari semua motif yang kami buat tidak ada motif persis dari suatu daerah, kami gunakan kombinasi yang mirip sedikit dengan aslinya. Sebab setiap pengrajin dalam manajmen harus mempunyai kode etika atau etika, jadi kami tidak akan melanggar etika tersebut. Tujuannya kami mempersatukan budaya Indonesia, jadi mengeratkan budaya yang satu dengan yang lainnya.
Setiap motif yang kami buat pasti  ada kaitanya untuk menyatukan kerukunan dalam semboyan “Bhineka tunggal Ika”. Motif kombinasi antara motif Troso dengan Sintang bisa dilihat dibawah atau katalog foto. Dan bersyukur dengan adanya motif baru itu, pelanggan banyak yang suka dan membelinya. Tersedia ukuran taplak, selendhang, selimut kecil (1,2x2m).

Sabtu, 26 Februari 2011

Satu Tahun Batik Nusantara

Mall Thamrin City (Loby Utama)

Jackoeb (Putra pemilik Tiara Tenun Ikat Troso) sebelah kiri


Setahun lebih 21 hari, tepatnya tanggal 4 Februari 2010 telah dibukanya secara resmi yaitu pusat batik nusantara di mall Thamrin City. Dan yang diresmikan langsung oleh menteri perdagangan. Pada tanggal 25 Februari 2011, penghuni mall Thamrin City baik mulai dari pengrajin batik, tenun, staf pengelola manajemen Thamrin City sampai penanam saham modal ikut memperingati acara setahun setelah diresmika batik nusantara Thamrin City dan berlangsung di lantai 2 mall Thamrin City pada waktu 19.00 WIB.
Dan acara tumpengan tersebut dihadiri oleh kurang lebih 300 pengrajin batik dan tenun serta panitia dan staf menajemen Thamrin City juga. Dan acara ini diselingi hiburan musik organd tunggal dengan 2 vokalis remaja yang cantik dan berakhir jam 21.00 WIB. Yang berpatisipasi ikut acara ini diantaranya para pengrajin batik dari Pekalongan, Jogja, Solo, Madura, Cirebon dan Tenun Majalaya Bandung serta Para Pengrajin Tenun Troso Jepara.
Acara Pemotongan Nasi Tumpeng
Tidak kalah mainnya, dalam acara ini tidak lupa dengan bagi-bagi doorprize oleh panitia staf manajemen Thamrin City kepada tamu undangan.
Direktur Utama Thamrin City, Agung Podomoro Group serta Staff Jajarannya

Hiburan
Kegiatan nasi tumpeng tersebut dipandu oleh Ibu Lia selaku ketua panitia dan sebagai pemegang Koordinator Batik Nusantara dan Tenun Nusantara di Tahmrin City ini. Dan puncak pemotongan nasi tupeng ini diawali pemotongan Tumpeng pertama oleh pimpinan pengelola Thamrin City serta dilanjutkan oleh jajaran staf manajemen. Kemudian para tamu undangan pun menikmati sajian makan malam prasmanan diiringi pengumuman undian doorprize yang menegangkan dan sumbangan lagu tamu undangan berbagai wilayah untuk menghibur lainnya sampai acara itu selesai.
Rozak (Koordinator Batik dari Pekalongan)


Lia (Koordinator Pusat Batik dan Tenun Nusantara)